Kalimat yang
menjadi judul ini bisa menjadi jawaban bagi hampir semua pertanyaan dan
kemusykilan tentang ketuhanan, bahkan yang dianggap sulit sekalipun, misalnya:
1.
Allah wujud, kita juga wujud. Apakah sama? Tidak,
sebab hanya Allah pemilik sifat 20, kita tidak. Jadi, wujudnya sangat beda.
2.
Surga kekal. Lantas, sama seperti Allah? Tidak,
sebab hanya Allah pemilik sifat 20, surga tidak. Jadi, kekalnya Tuhan itu
memang asal, sedangkan kekalnya surga hanya karena dikehendaki begitu oleh
Tuhan.
3.
Allah itu hidup, melihat, mendengar. Apakah sama dengan
kita? Tidak, sebab hanya Allah pemilik sifat 20, jadi semua itu beda level.
4.
Allah itu berkalam dan nuzul. Kita juga sama demikian?
Tidak sama, sebab hanya Allah pemilik sifat 20, jadi semua istilah itu beda
makna.
5.
Semesta ini tidak bertempat. Apakah sama dengan
Allah yang katanya tidak bertempat? Tidak, sebab hanya Allah pemilik sifat 20,
alam tidak.
6.
Katanya Tuhan Maha pengasih. Lantas, mengapa ada
penderitaan di dunia? Tidak begitu konsepnya, sebab Allah pemilik sifat 20 yang
salah satunya adalah kehendak bebas untuk menciptakan apapun, termasuk
kebahagiaan dan penderitaan.
7.
Semua agama itu sama, yakni punya Tuhan sesuai versinya
masing-masing. Apakah sama benar? Tidak, sebab hanya Allah pemilik sifat 20,
dan cuma ini syarat ketuhanan yang benar secara rasional.
8.
Manusia menyembah bermacam-macam sesembahan dalam
sejarahnya, ada yang menyembah patung, sosok manusia unik, api, bintang,
malaikat, roh, bahkan alam. Bagaimana? Semua sesembahan itu salah sebab tidak
punya sifat 20. Karena itu, semuanya tidak layak dipertuhankan.
9.
Ada yang bilang, Tuhan ada dua, ada Tuhan baik dan
Tuhan jahat, ada juga yang bilang ada tiga dengan tugas masing-masing. Bagaimana?
Konsep itu salah, sebab artinya masing-masing Tuhan itu tidak punya sifat 20
yang berarti bukan Tuhan.
10. Ada yang mencari
sosok Tuhan di luar angkasa menggunakan teropong dan alat-alat canggih, akan tetapi
tetap saja tidak ketemu hingga dia jadi ateis. Bagaimana itu? Sosok Tuhan
seperti itu adalah Tuhan palsu alias bukan Tuhan, ya jelas saja tidak bakal
ketemu. Tuhan yang asli pastilah punya sifat 20 yang salah satunya adalah Tuhan
pasti bukan materi.
11. Apakah Tuhan bisa
menciptakan batu yang begitu besar sehingga Tuhan tidak bisa mengangkatnya?
Tuhan itu pemilik sifat 20 yang artinya mau seberapa pun besar batunya tetap
mudah untuk Dia angkat, mustahil ada kondisi di mana Tuhan tidak mampu.
12. Tuhan itu ada sejak
kapan? Tuhan itu pemilik sifat 20 yang salah satunya adalah tidak berawal.
Jadi, tidak berlaku pertanyaan "sejak kapan" bagiNya.
13. Katanya, Tuhan tidak
berawal, tapi ketiadaan itu juga tidak berawal, bukankah sama? Tidak, sebab
Tuhan memiliki sifat 20, sedangkan ketiadaan tidak.
14. Tuhan itu sebenarnya di
mana? Tuhan itu pemilik sifat 20 sehingga sudah ada sebelum semua tempat
tercipta dan tidak juga hinggap atau bertempat di ciptaannya. Jadi pertanyaan
itu tidak berlaku baginya.
15. Ada yang bilang bahwa
Tuhan di langit atau di atas Arasy, ada juga yang bilang bahwa Tuhan itu
terpisah dari makhluk. Bagaimana itu? Karena yang dibahas adalah Tuhan, maka
itu semua hanyalah istilah untuk menekankan makna yang layak berlaku bagi
pemilik sifat 20. Intinya, hanya penekanan bahwa Tuhan tidak bertempat di
makhluknya, tidak seperti kita, manusia, malaikat atau jin yang bertempat dengan
cara menempel di makhluk atau mengambang di atas makhluk.
16. Kalau Allah disebut
tidak ada di atas, bawah, depan, belakang dan samping, maka sama dengan
ketiadaan? Jelas tidak sama, sebab Allah pemilik sifat 20, sedangkan ketiadaan tidak.
Jadi, setiap muslim harus memahami apa itu sifat
20 untuk membedakan mana Tuhan dan mana yang bukan Tuhan, apa saja sifat Tuhan,
dan bagaimana konsep bertuhan yang benar. Semua selain Allah hanya mempunyai
satu atau beberapa sifat yang Istilahnya sama dengan yang dimiliki Allah, tapi
tidak ada yang memiliki lengkap 20 sifat ketuhanan tersebut, bahkan istilah
yang sama itu pun sejatinya tidak ada yang sama definisi operasionalnya..
Istilah sifat 20 ini sebuah rumusan pembelajaran baru yang dirancang oleh para ulama Ahlussunnah wal Jamaah untuk mempermudah para pelajar. Namun demikian, isinya sama sekali bukan hal baru tapi justru merupakan intisari akidah Islam yang diajarkan oleh para Nabi seluruhnya, dilanjutkan oleh para Sahabat, Tabi'in dan seterusnya hingga kini.* [Aham]
*Penulis: Dr. KH. Abdul Wahab Ahmad, M.H.I%20(2).png)

0 Comments