Selain termasuk Asyhur al-Hurum, bulan
Muharram juga menjadi simbol pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Selain
menjadi simbol pergantian awal tahun, di bulan Muharram, banyak terdapat
peristiwa penting yang tertera dalam Al Qur’an yang menjadi motivasi semangat
dalam meningkatkan keimanan bagi kaum muslim. Mengutip dari kitab I’anah
al-Thalibin, berikut peristiwa yang terjadi di bulan Muharram, bahkan juga
diabadikan di dalam Al Qur’an.
Allah
menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api
Ketikan Nabi Ibrahim, hendak dibakar
hidup-hidup oleh penguasa kafir yang bernama Namrud bin Kan’an. Nabi Ibrahim
dengan berbekal keyakinan yang kuat kepada Allah Swt, maka selamatlah Nabi
Ibrahim dari api tanpa luka sedikit pun. Peristiwa ini terjadi pada tanggal
sepuluh bulan Muharram.
قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا
وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
"Kami berfirman, 'Wahai api!
Jadilah kamu dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!'" (QS. Al-Anbiya: 69)
Hal ini menjadikan pelajaran bagi kaum
muslim, bahwa Allah akan memeberi keselamatan bagi hamba yang benar-benar dalam
jalan-Nya
Allah
mengeluarkan Nabi Yusuf dari penjara
Ketika musibah fitnah yang terjadi
kepada Nabi Yusuf As, yang mejadikannya masuk penjara karena berpegang teguh
terhadap kebenaran, Nabi Yusuf As tetap sabar dan yakin atas pertolongan Allah
Swt. Dan akhirnya, Allah Swt tidak hanya mengelurkan Nabi Yusuf As dari
penjara, melainkan juga melimpahkan karunia yang sangat berlimpah kepadanya.
وَكَذٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوْسُفَ
فِى الْاَرْضِ يَتَبَوَّاُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاۤءُۗ نُصِيْبُ بِرَحْمَتِنَا مَنْ نَّشَاۤءُ
وَلَا نُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ ٥٦
"Dan demikianlah Kami memberi
kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke
mana saja dia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada
siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang
berbuat baik."(Qs: Yusuf,56)
Mengingat kembali peristiwa tersebut akan memberikan kesadaran bahwa menjaga kebenaran tidaklah mudah, dan jika berhasil maka Allah Swt akan memberikan imbalan yang melimpah.
Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari
perut ikan
Sebagai seorang Nabi, Yunus bin Matta
mendapatkan tantangan dan penolakan dari kaumnya dalam mengajarkan agama Allah
Swt. Sehingga pada suatu saat ia pergi meninggalkan kaumnya dengan menggunakan
bahtera yang sebelumnya Allah Swt berjanji memberi azab kepada kaum yang
menolak.
Sebagian ahli Tafsir menyakini
peristiwa tersebut terjadi di Mosul-Irak. Dalam perjalanan di bahtera, Nabi
Yunus As harus menyelamatkan salah satu orang yang terjatuh. Nah, saat itulah
Nabi Yunus As ditakdir dimakan ikan paus. Akan tetapi Allah Swt menyelamatkan
Nabi Yunus As dan mengeluarkan dari perut ikan paus. Allah Swt. berfirman,
وَذَا النُّوْنِ اِذْ
ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ
اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْن .فَاسْتَجَبْنَا
لَهُ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمّٖ ۗوَكَذٰلِكَ نُنْجِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus),
ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan
menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak
ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh, aku termasuk orang-orang
yang zalim." Maka
Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah
Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.(Qs.Al-Anbiya,87-88)
Kejadian tersebut menyimpan makna
tersirat, agar seorang hamba tidak patah semangat untuk beratubat karena rahmat
Allah Swt. diberikan kepada orang-orang yang bersabar dan terus mendekat untuk
meraih rahmat-Nya.
Allah
menurunkan Nabi Nuh dari kapal setelah banjir berkepanjangan
Kisah Nabi Nuh As. merupakan kisah
yang menggambarkan betapa dasyatnya azab Allah kepada orang-orang yang ingkar,
bahkan tidak ada seorang pun yang selamat kecuali mendapat pendapat
pertolongan-Nya. Allah Swt menyelamatkan Nabi Nuh As dan para kaumnya, sehingga
turun dari kapal dalam keaadan selamat dan rasa gembira atas pertolongan-Nya.
Sebagaimana tertera dalam Al Qur’an
قِيْلَ يٰنُوْحُ اهْبِطْ
بِسَلٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلٰٓى اُمَمٍ مِّمَّنْ مَّعَكَۗ وَاُمَمٌ
سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ ٤٨
“Wahai Nuh, turunlah (dari bahteramu)
dengan penuh keselamatan dari Kami dan penuh keberkahan atasmu serta umat-umat
(mukmin) yang bersamamu. Ada pula umat-umat (kafir) yang Kami beri kesenangan
(dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab dari Kami yang
sangat pedih.”(Qs Hud,48)
Kisah yang dialami Nabi Nuh As. dan
kaumnya mengajarkan kepada kita untuk mawas diri atas azab Allah Swt. dan Allah
selalu mengetahui apa yang kita perbuat, bahkan perihal kecil seperti isi hati.
Dari kisah yang dipaparkan, bulan
Muharram bukan hanya simbol pergantian tahun, akan tetapi juga menjadi
notifikasi perjalan kehidupan agar mawas diri dan bersyukur atas keluasan
karunia dan nikmat yang diberikan Allah Swt kepada hambanya. Semoga kita semua
termasuk orang-orang yang bersyukur.* [Aham]
*Ijlal Dzulqurnain


0 Comments